Mendikbud Apresiasi Jambore Pandu Sekolah Model LPMP Jawa Timur

dsc_0225

Mendikbud Apresiasi Jambore Pandu Sekolah Model yang Digagas LPMP Jawa Timur

Acara Jambore Pandu sekolah Model Dalam rangka penguatan Pendidikan Karakter digagas dan digelar Oleh LPMP Jawa Timur bekerjasama dengan Direktorat Sejarah Kemendikbud RI. Jambore Pandu sekolah Model tersebut dilaksakan pada tanggal 18 sampai 21 Februari 2018 bertempat di Kantor LPMP Jawa Timur.

Jambore Pandu sekolah Model di LPMP Jawa Timur dihadiri dan dibuka langsung oleh Mendikbud RI, Muhadjir Effendy serta dihadiri oleh Sekjen Kemendikbud RI, jajaran Dirjen Kebudayaan, Dirjen Dikdasmen, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Hadir juga Kepala LPMP seluruh Indonesia. Kemudian perwakilan dari 38 Dinas Pendidikan Pendidikan kab/kota di Jawa Timur, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (termasuk cabang dinas), dan perwakilan guru serta kepala sekolah dari sekolah model serta perwakilan unsur pengawas sekolah seluruh Jawa Timur.

Dalam sambutannya Mendikbud, mengapresiasi Jambore Pandu Sekolah Model  yang digagas oleh LPMP Jawa Timur. Mendikbud menuturkan bahwa Jambore Pandu sekolah model untuk penguatan Pendidikan Karakter ini, bisa menjadi percontohan bagi LPMP lain seluruh Indonesia untuk bisa mengadakan kegiatan serupa. Masih kata Mendikbud, bahwa pendidikan Karakter adalah sebuah keharusan untuk menyiapkan generasi terbaik bagi Indonesia. Oleh karenanya penguatan pendidikan karakter adalah keharusan apalagi gerakan pendidikan Karakter juga sudah didukung oleh Presiden melalui Perpres nomer 87 tahun 2017 tentang Pendidikan Karakter. Dalam kesempatan itu, Mendikbud juga meninjau seluruh stand dan perkemahan peserta jambore.

Pada kesempatan yang sama dalam sambutannya, Bambang Agus Susetyo selaku Kepala LPMP Jawa Timur menjelaskan. Pada pelaksanaannya, Jambore pandu sekolah Model untuk penguatan pendidikan karakter diikuti oleh perwakilan Pandu/Pramuka sekolah model dari seluruh Jawa Timur. Peserta jambore berasal dari 38 kabupaten dan kota di Jatim, ditunjuk sebagai wakilnya tiap kabupaten/kota satu sekolah model. Masing-masing  tim  sekolah 9 orang, terdiri  perwakilan pandu/pramuka dan unsur guru sebagai pendampingnya. Sekolah model yang dimaksudkan adalah sekolah yang ditetapkan dan dibina oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur untuk menjadi acuan percontohan bagi sekolah lain di sekitarnya. Dia juga menambahkan bahwa Sekolah model menerapkan seluruh siklus penjaminan mutu secara sistemik, holistik, berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya sekolah tersebut menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). SPMI disekolah dilakukan oleh seluruh anggota, semua komponen sekolah yaitu kepala sekolah, guru, staf sekolah sesuai tugasnya masing-masing, serta siswanya. Data  LPMP Jatim 2017 menunjukkan jumlah sekolah model di Jawa Timur berjumlah 720 sekolah. Jumlah tersebut meliputi sekolah dasar sampai level menengah. Dengan rincian SD 367, SMP 205, SMA 74, SMK 74 sekolah. (Hasta)